Social Icons

Pages

03 Mei 2010

Understanding

Satu hal yang benar-benar harus dimiliki dalam sebuah persahabatan, ”Pengertian”. Teori yang sangat sederhana tetapi sangat sulit untuk dipraktikkan. Meminta sahabat mengerti kita tapi kita tidak sebaliknya itu merupakan miss konsep. Apalagi ketika mood sedang dalam kondisi yang tidak stabil, rasanya kita hanya ingin dimengerti sahabat dan melupakan suatu hal yang paling esensial, yaitu mengerti sahabat.

26 Maret 2010

Behind The Figure of A Father

Sore ini, tanggal 26 Maret 2010 saya online facebook. Seperti biasa kegiatanku membalas pesan dinding teman, mengomentari status teman, mengomentari pesan dinding teman, dan melihat profile teman (baca: paparazi).

Ketika saya melihat profile facebook kakak kelas yang sudah masuk universitas, saya melihat ada sebuah catatan menarik di dindingnya. Catatan itu berjudul ”Di Balik Sosok Seorang Ayah, Ternyata .....???”
Saya pun membaca catatan itu, sangat menarik dan sangat menyentuh. Catatan ini membuat saya meneteskan air mata karena mengingatkan saya kepada papah. Membangkitkan kenangan-kenangan yang telah saya lewati bersamanya dan membayangkan sesuatu yang seharusnya saya lewati bersamanya namun hal itu tidak mungkin.

Di bawah ini adalah catatannya. Ini memang bukan buah pikiran saya, bukan hasil tulisan saya. Namun saya sangat berharap, siapa pun yang membaca catatan ini dapat terinspirasi dan yang paling penting adalah membuat kita lebih menyayangi ayah dan membahagiakannya selama hidupnya.

22 Maret 2010

Endless Love for Father

30 Maret, hari dimana kami selalu merayakan ulang tahun papah. Bukan perayaan besar, hanya sebuah tanda syukur kepada Alloh. Tapi, mulai tahun ini dan seterusnya tidak akan ada lagi perayaan itu. Merindukannya, adalah sesuatu yang pasti kami rasakan. Tak ada lagi kado untuknya. Hanya do’a yang selalu kami panjatkan sehabis salat yang dapat kami berikan.

28 Februari 2010

One Step Forward for 1000 miles

Cerdas Cermat Biologi (CCB) di Universitas Siliwangi tanggal 23, 24 dan 25 Februari 2010 adalah kompetisi cerdas cermat pertama yang saya ikuti semenjak menjadi seorang siswa Sekolah Menengah Atas. Pengalaman pertama ini memang sedikit membuat saya gugup. Dalam kompetisi ini sekolah saya, SMA Negeri 2 Tasikmalaya mengirimkan 3 tim. Saya masuk ke dalam tim B. Rekan saya di tim B ini adalah Siti Maryam Dan M. Najmi. Tidak sulit bagi saya membangun kemistri dengan mereka. Karena Siti Maryam adalah sahabat saya dan kami sering bertukar pikiran. Dan M. Najmi adalah adik kelas saya sejak SMP dan rekan kerja saya di OSIS ketika SMP. Tim sekolah saya beranggotakan siswa kelas X dan kelas XI. Tidak ada kelas XII, karena mereka sedang pra-UN. Hampir 1 minggu kami melakukan persiapan untuk kompetisi ini. Dan tibalah saatnya kami berkompetisi.

24 Januari 2010

A Bridge for Reaching Future

Jembatan untuk menjemput masa depan adalah di sini, di masa sekolah menengah atas. Saat-saat yang sangat menentukan arah tujuan kita, masa depan seperti apa yang akan kita jemput. Untuk menjemput masa depan bukan suatu hal yang sederhana, butuh perhitungan dan perencanaan yang matang, di saat inilah kita melakukannya.
Di sekolah menengah atas ini kita bangun jembatan untuk menjemput masa depan. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara membangun jembatan untuk menjemput masa depan ?